Showing posts with label jalan-jalan senang. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan senang. Show all posts

Friday, June 01, 2012

Hiroshima Journey (part 2)


Bus bandara pun berhenti di Hiroshima Eki (Hiroshima Station), diantara dingin nya udara malam, kami yang cuma berbalutkan selembar pakaian dan jaket tebal masih sempat-sempat nya bernarsis ria… sambil menunggu sensei saya mengurus taksi dan voila! Beliau juga membelikan kami makan malam!! Beef bowl a.k.a Gyudon dari Sukiya… yummy!! (dan akhirnya Sukiya ini menjadi tongkrongan fave kami ketika lapar dan gak punya duit LOL)
Kami ber 7 naik taksi ke dorm kami, supir taksi kami nyerocos panjang lebar dengan bahasa jepang, samar samar saya mengerti pertanyaan nya… dia bertanya kami dari mana, kemudian dia juga bertanya bagaimana kami bisa beradaptasi dengan dinginnya Jepang secara kami berasal dari negeri tropis.
Sesampainya kami di dorm, kami disambut oleh Tanaka –san staff dari FKG HU (Hiroshima University) dan dengan ‘susah payah’ dia menjelaskan segala macam hal tentang peralatan di dalam kamar apato (apartment) kami…. Ya jelaslah dengan ke hi tech an toilet di kamar kami,kalau ga dijelasin dulu bisa repot nanti nya hahahaha….  Malam itu sebelum tidur, saya berendam dulu di furo untuk melepas penat 14 jam perjalanan…
Beberapa hari kemudian, setelah teman2x saya dari Thailand sudah datang,  kami disambut oleh pihak FKG HU, mulai dari staff sampai dekan nya (kyaaaa Takata sensei ikemen!!  Hahahaha) Beliau sempat kaget mendapat wind chime dari kami… FYI wind chime itu dibuat custom made untuk beliau dan jika terkena angin akan mengeluarkan suara gending Bali!! Saya sendiri punya yang gending jawa di rumah… alasan mengapa saya memilih itu sebagai hadiah, karena dengan membunyikan wind chime tersebut semua orang yang pernah ke Bali (termasuk Takata sensei) akan langsung teringat akan Bali, dan otomatis teringat akan kami hihihihi (narsis mode :on)

(the wind chime... jangan tanya kenapa yang lain formal sedangkan gaya saya informal... ini kesalahan fatal!)

Schedule kami cukup beragam, mulai dari mengunjungi Genbakudom (Peace Memorial Park Hiroshima), sampai dengan mengikuti beberapa lecture di departemen departemen FKG HU.

 

(Tania, Mam, Tika, me, Yenny and Aun di depan Genbakudom)


 
(Us in Anatomy and functional class)


        (with the resident)

Hal-hal yang menyenangkan selama disana adalah:

1.       1. Udara yang bersih, tata kota yang teratur dan orang-orang yang ramah :3

Hiroshima bukan kota besar seperti Tokyo, mungkin seperti malang kalau mau disamakan…  terdiri dari beberapa distrik kecil dan semakin ke luar dari pusat kota terdapat perumahan sub urban plus  pabrik2x di pinggiran laut… Kota ini terkenal sebagai pabrik Mazda (which is my fave car XD) jadi hampir semua mobil yang saya temui ber merk ini. Para pelajar disini lebih memilih naik sepeda untuk jarak dekat atau bus umum untuk jarak jauh. Tidak heran di beberapa tempat ada penyewaan sepeda.. sayangnya saya tidak sempat untuk belajar sepeda disini hahaha (malu juga kalii ama junior ;p) Polusi udara hampir tidak terasa, dan tata kota yang rapih membuat saya betah tinggal disini :D  Orang2xnya juga menurut saya lebih ramah, ketika saya bandingkan dengan pengalaman teman saya yang ke Tokyo dan dicuekin orang, puji Tuhan ketika saya berinteraksi dengan mereka dengan bahasa jepang sedikiiit dicampur bahasa inggris dan bahasa tarzan, mereka masih mau membantu saya  dan benar2x menghargai saya. Tapi emang saya akui lebih banyak orang yang bisa berbahasa inggris di Tokyo dibanding di Hiroshima (itu pun menurut teman2x saya di Hiroshima sendiri).

(parkiran sepeda di deket kampus)


Saya bertemu dengan banyak teman2x baru disana yang menyenangkan dan super duper baik! Bahkan ketika makan malam bareng, satu meja cuma saya orang indo hahahah yang lain nya anak2x HUIDIC dari FKG HU semua (plus chen kun dari Taiwan) , dan selama saya dan teman2x indo disana, Tanaka san mau ga mau kan harus bisa ngomong pake bahasa inggris, jadilah dia makin pintar dan makin pede berbahasa inggris! hihihihi… yokata ne… :D



(after welcome party ;p)


1.       2. HONDORI, MIYAJIMA, SUKIYA dan OKONOMIYAKI

Dasar cewek gak bisa lepas dari belanja, Hondori menjadi salah satu pilihan untuk berbelanja, mulai dari second hand sampai barang baru… Ugg boot kesayangan saya itu asalnya dari sini… Lumayan lah untuk barang ¥1000 , masih bisa bertahan sampai detik ini… Pada dasarnya saya ga nyaman berjalan dengan sepatu tinggi, jadilah ankle boot saya, saya hibahkan ke Kinan dan saya pakai ugg boot itu hahahaha XD, Uniqlo juga tersedia disini. Menurut saya, Jepang bukanlah tempat yang pas untuk berbelanja barang2 dalam jumlah banyak,  karena harga barang yang cukup mahal, tapi untuk membeli sebuah barang yang long lasting seperti jaket, baju polos atau peralatan elektronik mungkin bisa dipikirkan kembali. Kemarin saya menemukan Iphone 3 G second dengan body mulus hanya seharga 1 juta rupiah… hahahahhaa *untung ga tergiur untuk membeli* *tapi sekarang rada nyesel*
 

(di gerbang masuk kawasan Hondori)

 
Miyajima island adalah salah satu daya tarik kota Hiroshima, untuk mencapai nya kita harus naik kapal feri dulu menyebrang. Pulau ini sangat indah  pada saat musim gugur. Kunjungan pertama, kami naik cabel car sampai ke puncak pulau Miyajima… Pemandangan pohon beraneka warna benar benar memanjakan mata orang negera tropis yang hanya melihat daun hijau dan cokelat (ketika meranggas) ini hehehehe, di Miyajima ini juga tersedia banyak toko toko souvenir, kalau jeli memilih kita bisa mendapat Yukata bagus dengan harga 350 ribu rupiah. Street food nya juga beragam, mulai dari kekkian berbentuk momiji (maple leave), sampai oyster yang sukses membuat teman saya alergi hahahaha XD  Dan sebagai highlight nya adalaaahhh… MOMIJI MANJU!! Nom nom nom :3 Gimana ya menjelaskan nya, manju ini mungkin seperti kue cubit yang diisi oleh macam macam rasa, ada yg rasa keju, green tea, red bean, custard,  dengan cetakan yang berbentuk daun maple … rasanya?? Hmmmm… apalagi kalau lagi kedinginan, makan momiji manju hangat fresh from the oven!!! Ahhhhhh…. Enak benjyeeetttt!!

(berhasil foto ketika air nya surut!)
(Momiji.... kirei desune? )

Okonomiyaki…. Hmmm ini seperti martabak Jepang, okonomiyaki  sendiri ada dua jenis setahu saya, Osaka style dan Hiroshima style. Apa beda nya? Kalo Osaka, semua di campur dan biasanya orang Osaka makan okonomiyaki dengan nasi.. nah kalo Hiroshima style ini masak nya layer by layer *beuh macam nambal komposit ajaa* . Kalau saya pribadi sih suka banget ama yang Hiroshima style ini… sayang cuma sempet makan okonomiyaki dua kali.. yang pertama di traktir sama Udi sensei (makasih banyaaak doook) makan kayak apaan tau dah saking lapernya habis keliling Hiroshima castle hahahaha :D  , yang kedua makan di deket apato bareng aun dan mam , anak Thailand itu.. plus ngerayain early birthday nya mam.. secara dia ulang tahun 3 hari setelahnya dan kami sudah pulang ke Indo.. hiksss… 

                                           (anak2x yang lagi kelaperan nungguin okonomiyaki)
(penampakan okonomiyaki yg bikin ngelap iler berkali2x)

Sukiya!! Sebenernya ini resto cepat saji macam Yoshinoya dan Gyoza ( eh disana juga ada Yoshinoya, dan  sensei saya lebih suka Gyudon nya Yoshinoya daripada Sukiya.. kalau saya sih lebih suka Sukiyaa…) Tapi kenapa saya suka disini? Selain harga yang cukup murah, ada beberapa pilihan bowl.. mulai dari mini sampaai extra large hahaha, yang mini itu semangkuk normal macam mangkuk nasi nya hokben gitu, yang extra large kayaknya muke lo bisa masuk kesitu LOL! Dan ada beberapa pilihan topping, yang saya paling suka adalah beef and cheese!!! Euduuuhh… paduan daging dan keju nya mantap dah! Apalagi kalo di angetin di microwave trus keju nya melty2x gitu…. Makjaaaan *elap iler*

Karena ga bisa kasih gambar aslinya, berikut ini adalah gambar menu nya (diambil dari traveling-tengco.blogspot.com)




*bersambung ke part 3 *








Thursday, May 31, 2012

Hiroshima Journey (part 1)

Udah lama sebenernya mo share tentang perjalanan ke Hiroshima bulan November tahun lalu, tapi emang dasar procrastinator, jadi lah baru niat sekarang ini :D *gomenasai minna (maafkan ya semuanya) *


Pertama kali dapet kabar bahwa ada pertukaran pelajar ke Hiroshima itu waktu lagi sibuk ngurusin klinik di semester 10 awal, itu pun taunya juga mendadak dari Drea and Nunik, buru buru lah saya bikin  CV buat  interview... Setelah perjalanan panjang (opo ae), dan kejutan kejutan yang menyenangkan akhirnya saya bisa pergi ke Hiroshima (meski harus lulus satu semester lebih lama dan haru nyelesain stase pedo dulu hahaha)

Persiapan ke Hirsohima pun bukan sesuatu hal yang gampang, mulai dari menyusun proposal, ngurus visa, ngurus passport yang semuanya sangat amat terburu buru, nyari pinjeman jaket, boot dan long jane... maklumlah ini pertama kali nya saya pergi ke luar negeri, lagi awal winter lagi.... meski saya 'beruang kutub' tetap saja disana gak tahan sama dinginnya angin musin dingin....

Perjalanan kami dimulai dari Bandara Juanda Surabaya, jam 3 pagi sudah di bandara sodarah sodaraaah!!! Karena pesawatnya jam 5 pagi..,kembali Poo the dragon warrior berkeliaran di bandara... *baca: saya dan kantung mata saya yang kayak panda*  Kami naik penerbangan murah, China Airlines dengan trayek (beuh macam bus kota aja) : Surabaya-Singapore- Taipei- Hiroshima


(di bandara Taoyouan, Taipei.. sambil nunggu transit :p)

Selama  berada di China Airlines, kendala bahasa menjadi salah satu hal yang menimbulkan kekocakan...
saya minta White wine berakhir dengan Red wine... belum lagi dengan hal-hal lucu yang dilakukan para TKI dan TKW serta keributan mereka di bagian imigrasi Taoyuan, karena mereka benar2x tidak ada yang mendampingi... mereka tanya saya "mbak ini gimana? mbak itu gimana? kalo di Hong Kong kayak gini gitu..." Laaaahhh, nanya ama saya yang gak pernah pergi ke luar negeri... jangankan luar negeri, dalam negeri saja mentok di Bali dan Lampung... saya itu cupu sodara sodara.. Nasib saya dan teman2x  hampir saja serupa dengan mereka jika kami tidak rajin rajin nanya ke arah mana penerbangan Hiroshima (karena ternyata harus pindah terminal) , lucu nya ketika saya tanya  dengan bahasa inggris terbatas saya, mereka langsung menjawab dengan bahasa jepang panjang lebar... reaksi saya : *terdiam... angguk-angguk, terdiam... bengong* hahahaha akhirnya mereka sadar kalau saya bukan orang Jepang.. (ya kaleee saya orang Jepang :p)

Sampai di bandara hiroshima, karena sama-sama ga pernah ke sini, sukseslah kami salah queueing, harusnya ngisi formulir dulu.. eehhh dengan pede nya kami gak ngisi... untung belum sampai ke tempat bagian imigrasi... udah gitu karena bingung bingung, sampai di sentak pula saya sama bagian imigrasi nya.. (ah dimana2x bagian imigrasi jarang ada yang ramah ya.. kebanyakan mukan nya datar kayak pantat panci teflon... --") , tapi untungnya kami dibantu oleh orang airlines nya dan saya masih sempat main-main dengan golden retriever yang jadi anjing bandara seraya menunggu teman teman saya mengurus dokumen mereka, ketika di tempat pemeriksaan barang, mas2xnya ganteng dan ramah bangeeett... *love love* mereka antusias gitu ketika ssaya bilang saya dari Indonesia dan  ikut pertukaran pelajar di Hiroshima University. Ternyata sampai di luar saya sudah ditunggui oleh sensei2x saya... hahahhaa... hontou ni Sumimasen Sensei!!! Mereka udah yakin kita kebingungan di dalam hahaha... dan dengan kegoblokan tingkat tinggi kami lupa ke toilet untuk berganti baju... walhasil kami menyapa dinginnya udara malam Hiroshima dengan baju selapis dan jaket tebal... hahahha, mana lagi 2 derajat celcius lagi  LOL


(di Stasiun Hiroshima, kedinginan, tapi masih narsis)

Tips saya buat orang-orang yang senasib dengan saya (baru pertama kali ke luar negeri):

1.Perhatikan jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat, tanya sedetail mungkin kalau harus transit, koper diangkut sendiri atau tidak, terminalnya dimana dsb... jangan sampai telat naik pesawat karena bingung (ini hampir saya alami di Seoul... nanti saya ceritakan)

2. Usahakan bisa sedikit sedikit bahasa lokal, karena ini sangat membantu ketika bertanya dengan orang orang lokal di negara yang bahasa inggris bukan 'default' nya mereka

3. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas bandara, meski dengan bahasa inggris seadanya mereka pasti ngerti bahasa tarzan hehehehe....

4. Ramah dan senyumin aja itu petugas imigrasi, biar kita gak sama2x jutek :p

5. Jangan bawa barang2x yang ga perlu dan bisa menimbulkan kecurigaan... untuk beberapa negara, laptop harus dibuka dan dihidupkan, gunting kuku tidak boleh masuk ke bagasi kabin
 
6. Untuk yang berjilbab, maafkan mereka yang begitu 'trauma' dan stereotip dengan  "southeast asian people' (you know what I mean)

7. Buat kalian yang ga mau dianggap tenaga kerja Indonesia (karena biasanya kalau ke beberapa negara asia akan berbarengan dengan mereka) pakai baju ala backpacker atau berbicaralah dengan rekan perjalanan kalian dengan bahasa Inggris, sekalian melatih bahasa Inggris juga kan? jangan pakai baju yang berlebihan :D


mmm segini dulu deh part 1 saya, tunggu kelanjutan nya saja hehehehehe

Thursday, October 13, 2011

Jogja Part 2

(Pagi yang mendung)


Pagi itu saya berniat untuk berpisah dengan teman-teman saya… mereka ingin ke Keraton (yang akhirnya malah ke Taman Sari), sedangkan saya ingin ke candi Prambanan , terakhir kali saya pergi kesana sekitar 8 tahun yang lalu. Dimulai lah ‘bolang’ saya hari ini! Yeayyy!! Penginapan saya ga jauh dari halte TransJogja, dengan ngeluarin duit 3 ribu, saya tinggal duduk manis dan sampai di halte pasar Prambanan, jalan kaki 10 menit saya sampai di pintu masuk Candi Prambanan. Waktu mau beli tiket, mata saya menangkap tulisan ‘Prambanan-Ratu Boko’ dengan harga 30 ribu saya bisa masuk ke dua area candi tersebut plus shelter car nya. Nah kalau kita datang naik transJogja, saya sarankan untuk melihat lihat kawasan candi Prambanan dulu , baru ke Ratu Boko, jadi pulangnya bisa di drop di pasar Prambanan… Supirnya mau kok, kita tinggal bilang aja kalau mau turun di pasar Prambanan.

Masuk ke area Prambanan, dari speaker2x di pinggir jalan setapak mengalun gending jawa, yang semakin membuat suasana berbeda. Ketika saya menyusuri beberapa reruntuhan candi bekas gempa waktu itu, ada rasa sedih yang muncul… ternyata kerusakan yang ada sulit untuk di rekonstruksi lagi, beberapa relief di candi-candi utama pun retak. Candi Siwa yang merupakan candi utama dengan 4 patung didalamnya tidak dapat dimasuki karena sedang ada perbaikan. Saya hanya bisa terdiam di luar candi itu. Dengan latar belakang langit biru yang cerah, pemandangan saat itu membuat kesan yang dalam buat saya, biasanya saat saya pergi dengan teman teman saya , saya tidak pernah begitu memperhatikan detail candi-candi itu.. karena jadwal studi tur yang mepet dan kegiatan foto memfoto yang (kala itu) menyenangkan. Ketika saya solo traveling seperti ini, saya mempunyai banyak waktu untuk memperhatikan detail dari beberapa candi yang dapat dimasuki… beberapa relief yang terpahat dan betapa besar serta menjulang nya candi candi itu… agak malu juga waktu saya sedang melongo karena kagum dengan besarnya candi-candi itu, saya disenyum senyumin bule di samping saya yang asyik mengambil gambar dengan SLR nya… dia mungkin ngira ini kali pertama saya ngelihat candi prambanan LOL! Siang itu komplek prambanan cukup rame dengan rombongan keluarga, studi tur anak SMP, rombongan dari Belanda, Perancis, bahkan Obasan-Ojiisan dari Jepang xD untuk rombongan yang terakhir ini saya salut… mereka sudah manula, bahkan salah satu dari mereka sudah memakai tongkat untuk berjalan… saya ga bisa bayangkan jika Ojiisan itu harus menaiki tangga di candi Prambanan, apalagi Borobudur!! Tapi semangat mereka yang bikin saya salut!! Mau nya sebelum rambut saya memutih seperti itu saya sudah pergi ke luar negeri, paling gak ke 2 negara favorit saya, Jepang dan Korea Selatan… hahahahaha

(Reruntuhan candi Prambanan)


(Candi Siwa)


(Lorong candi)


(Prambanan dari jauh)

Oke lanjut! (nih kok malah curcol LOL) Setelah puas jalan-jalan di kawasan candi, saya melihat kandang rusa di jalan menuju pintu keluar, menurut yang jaga, rusa-rusa ini didatangkan dari istana Bogor dan dikembangbiakan disini, saat ini sudah mencapai 90 ekor lebih. Disana kita bisa ngasih makan rusa itu dengan daun kacang yang dijual 1000 rupiah per ikat. Lucu ngeliat rusa-rusa itu monyong-monyongin bibir nya untuk makan daun kacang, atau sekedar lari lari dari ujung kandang ketika diumpanin daun kacang… hahahahha…. Kayaknya Cuma saya satu satu nya pengunjung yang tertarik dengan rusa siang itu.. Melihat dan menyentuh tanduk rusa jantan yang besar itu adalah pengalaman yg baru buat saya.
(Pentolan nya Prambanan)

Setelah puas bermain dengan rusa, saya kembali berjalan menuju pintu keluar.. ada kereta yang bisa ngantar kita keliling di kompleks candi itu untuk melihat candi-candi kecil di luar candi utama prambanan, curangnya untuk turis luar di gratiskan (weeewww.. apa karena harga tiketnya beda?) dan ada penyewaan sepeda juga. Sayang, saya ga bisa naik sepeda (jadi maluu…) andaikan bisa saya pasti langsung nyewa sepeda itu. Ternyata ada semacam museum di candi prambanan itu yang menyimpan beberapa replica artefak yang ditemukan bersamaan dengan penggalian candi-candi, seperti mangkuk, gayung dari emas, tas dari emas (gilee ini mah Channel dan Hermes kalah! Emas nya emas murni book!!), beberapa mata uang jaman dahulu dan tembikar2x lainnya, ada foto-foto dari mulai ditemukan nya reruntuhan candi, sampai rekonstruksi candi! Bahkan ada auditorium yang (katanya) memutar sejarah candi prambanan dan candi-candi di sekitar Prambanan. Mau hati sih jalan-jalan ke candi2x lainnya di sekitar Prambanan.. tapi panas nya cukup bikin beruang kutub ini tepar dan urung berjalan-jalan, akhirnya saya memutuskan untuk segera naik shelter car ke Ratu Boko.

(Museum Prambanan)


Komplek Ratu Boko ini berjarak 10 menit dari Prambanan, letaknya dibelakang pasar Prambanan, tapi jangan coba coba jalan kaki dari shelter TransJogja pasar Prambanan ke Kompleks Ratu Boko, yang ada nyasar atau betis bisa segede talas Bogor, meski cuma 10 menit perjalanan, tapi medannya naik ,dan naik, dan naik ke atas bukit, blusuk2x sawah orang dan perkampungan. Saya sempat menatap supir di sebelah sambil berdoa semoga saya ga di bawa kabur dan dijadikan sesajen (menatap tubuh ginuk saya yang dijamin punya banyak daging dan lemak yg cukup untuk ngasih makan orang satu RT). Untungnya nggak sodara-sodara, setelah 10 menit melewati kampung dan jalanan yang samping kirinya jurang, saya sampai di kompleks Ratu Boko. Meski ini berada di atas bukit, tapi pemandangan disini sangat gersang dan cenderung seperti savannah menurut saya, karena padang rumputnya berwarna kuning. Jangan berharap anda menemukan candi macam Prambanan, candi disini hanya bisa dinikmati fondasi nya saja, serta gerbang nya yang megah. Konon katanya kompleks ini dulu nya adalah sebuah kerajaan, ada pendopo bahkan sebuah gua yang didalamnya terdapat lingga dan yoni… apakah Lingga dan Yoni itu? Silahkan google sendiri sebelum tulisan ini ratingnya naik jadi “R” hihihihihi…..


(Kompleks ratu Boko)

Hanya sedikit pengunjung di kompleks ini, meski begitu pemandangan dari cafĂ© nya cukup rindang dan hijau… bisa lah kita bersantai dan minum2x jus jeruk disini (sayangnya saya gak sempat untuk minum-minum disitu). Berjalan menyusuri jalan setapak yang menanjak, bikin beruang kutub ini (lagi-lagi) kepanasan dan dehidrasi, meski angin nya cukup kencang tapi matahari siang itu sangat semangat 45 sekali untuk bersinar. Untungnya di deket2x situ ada beberapa warga yang membuka warung kecil , mereka menjual minuman dan makanan seperti nasi pecel, lagi-lagi saya tidak sempat mencicipi nya, karena pikiran saya hanya pada jalan-jalan nya. Sesampai nya saya di gerbang yang terbuat dari batu itu, ada beberapa pengunjung yang sedang asyik berfoto ria, dari yang bergerombol sampai yang ala foto model (cuma bisa ngikik dalam hati, sebelum dilempar batu kali segede gaban) . Beruang kutub ini officially meleleh karena panas nya siang itu, akhirnya cuma melihat-lihat sekilas, kemudian duduk di tangga batu yang lumayan teduh dan diam menikmati alam… hemmm tenang.. saya ga jadi galau kok… justru di tempat itu saya meninggalkan semua galau saya, mengambil energi positif yang ada di tempat itu… tempat yang begitu terisolir dan tenang. Sesekali ada suara burung lewat diantara gemersik pohon yang tertiup angin. Momen itu ga mau saya tukar dengan apapun, momen itu saya rekam pelan-pelan, suatu kedamaian lepas dari keriuhan dibawah bukit sana, lepas dari kegelisahan manusia yang lalu-lalang di bawah sana, lepas dari kecurigaan dan ketakutan yang menyusup pelan-pelan di bawah sana. (Saat saya menulis ini, saya iseng menutup mata, dan merasa lega setelahnya, ingatan itu masih ada di alam bawah sadar saya..bahkan saya masih ingat suara anginnya, warna langit siang itu, warna padang rumput, warna baju koko ganteng yg lewat saat itu *eh?*) Hampir setengah jam saya duduk sendiri di tangga itu, menyenderkan badan saya pada batu-batu yang berdiri ratusan tahun itu… ada sebuah sensasi yang benar-benar ga bisa saya jelaskan dengan kata-kata. Yang jelas justru di tempat gersang dan sepi itu saya menemukan apa saya yang cari… a temporary sanctuary for my restless mind…Saya menyerahkan semua kelelahan dan kemarahan saya pada alam Jogja, saya membiarkan Sang Pencipta Alam itu untuk mengambil semua kekecewaan saya, semua ketakutan saya dan kemarahan saya…. Saat itu saya berdamai dengan diri saya.

Friday, October 07, 2011

Jogja Part 1

Akhirnya keturutan juga niat saya untuk pergi melanglang buana ke luar kota, sekedar untuk menjernihkan pikiran saya. Kota pertama yang menjadi tujuan saya nge “bolang” adalah Jogjakarta. Ada apa dengan kota ini? Selain kota ini adalah kota nenek dan kakek saya, saya sangat suka dengan keramahan dan suasana Jogjakarta plus makanan enak yang masih bisa dijangkau oleh kantong sendiri ^^.


Saya berangkat dari Surabaya Jum’at sore menggunakan kereta api ekonomi, dengan adik-adik kost saya. Kami berlima akan ketemuan dengan dua orang lagi di Jogja nanti. Untuk naik kereta ekonomi dibutuhkan ongkos 24 ribu per kepala dengan total perjalanan kurang lebih 7 jam. Kereta ekonomi kami tidak begitu ramai dan tergolong bersih. Sempat kaget juga sih, karena biasanya naik kereta ekonomi Surabaya-Malang yang berdesak-desak an, kereta ekonomi ke Jogja ini tergolong sepi apalagi selepas stasiun Madiun. Kereta ini berangkat dari stasiun Gubeng dan sampai di stasiun Lempuyangan Jogjakarta. Kalau ingin sampai lebih cepat, bisa menggunakan kereta bisnis atau eksekutif Sancaka, ada juga beberapa kereta jurusan Jakarta yang melewati stasiun Tugu Jogjakarta, seperti Bima.


Setelah 7 jam perjalanan yang saya isi dengan tidur (karena minum obat antimabuk), akhirnya sampailah saya di stasiun Lempuyangan. Jujur ini pertama kali nya saya sampai di stasiun ini, biasanya saya turun di stasiun Tugu dan tinggal jalan kaki ke penginapan. Lah ini gimana? Ada beberapa pilihan untuk ke arah malioboro, ojek atau taxi karena saya ber lima jadilah kami umpel-umpelan naik taxi yang ga pake argo dan dipatok harga 25 ribu, dengan setengah pasrah akhirnya kami naik taxi itu.
Sesampainya di penginapan kami langsung bersih-bersih dan melanjutkan petualangan (bahasanya kayak anak kelas 6 SD lagi ngarang cerita - -“ ).

Oh ya, kami nginap di penginapan langganan keluarga saya, namanya “Roemah Djogja” lokasinya di belakang hotel Bhineka deket stasiun Tugu, bentuknya seperti pavilion dengan 4 kamar, dua kamar mandi luar, dapur, tempat jemuran, dan ruang keluarga. Saya dan keluarga senang nginep disini, karena pemiliknya ramah dan servis nya memuaskan, kamar nya pun besar. Ada beberapa range harga dari 250-150 ribu. Dan satu tempat tidur bisa untuk ber tiga, bahkan ber empat kalau size nya kecil-kecil, atau tinggal tambah extra bed yang bisa ditiduri 2 orang juga, karena ukurannnya yg lumayan lebar.untuk yg kamar 250-200 ribu ada kamar mandi dalam dan air hangat nya, yg 150 ribu kamar mandi luar yang juga ada air hangat nya. Enaknya, karena kamarnya yang hanya ada 4 jadi kebersihan dan kenyamanan nya terjaga ;) Apalagi kemarin hanya ada kami ber 7 di sana…jadilah berasa di rumah sendiri. Untuk makan pagi nya disediakan roti dan teh hangat, kadang nasi goreng :D Meskipun saya niatnya mau nge gembel, tapi penginapan yang nyaman adalah keharusan, dan membayar 300 ribu untuk 2 malam yang nyaman setelah capek jalan-jalan seharian itu “worth it” , yaaa maklum lah ya teman-teman saya bukan spesialis backpacking, baru coba untuk jalan jalan sendiri tanpa keluarga dengan “light packing” … mungkin kalau sudah biasa nanti bisa nemu hotel yg sama nyaman nya dan lebih murah ^^ hehehehe


(ini adalah foto kamar yg seharga 150 ribu, lumayan besar kan? sayang kurang jelas gambarnya)



Oke, setelah mandi saya diajak oleh anak anak ini ke mie Kadin, tempat nya di deket SMP Bopkri 2 Sultan agung, di belakangnya… Jujur waktu itu saya cuma ingin makan nasi kucing dan ngemil beberapa gorengan di angkringan tugu lalu kembali pulang untuk istirahat sebelum besok tur sendiri. Tapi karena saya juga penasaran , saya mengiyakan ajakan mereka dan pergi kesana. Sampai disana, kami disambut seekor anjing lucu yang sukses membuat anak anak lain teriak2x.. hahaha sedangkan saya keasyikan main dengan anjing cokelat ras campuran itu, ampe lupa buat mesen makanan.

Saya memesan mie rebus dan es teh tawar, ngga tau cuma perasaan saya atau gimana ternyata harga dan rasa tidak sebanding, buat saya porsinya cuma numpang lewat doang! Agak kecewa juga sih, apalagi ditambah kesulitan kami mencari taxi di daerah sana, jadilah kami jalan sampai jembatan sayidan terus lagi sampe perempatan dan lari-lari di tengah jalan untuk nyetop taxi. Memang lebih gampang untuk nyetop taxi di jalan daripada untuk memesan taxi lewat telepon di Jogja. Bener ga sih? atau Cuma kebetulan aja selama 3 hari disana kami ngalamin kayak gitu? Lucu juga kalo dibayangin ada 3 cewek lari-lari di jalan kayak apaan tau demi nyegat taxi! Hahahaha diliatin ama banyak pengendara motor pula! Ketauan banget sih turis yg satu ini rada sinting xD


(Ini Penampakan Mie Kadi dengan beberapa gerobak yang berjejer)

( Ini mie rebus saya yang ga jelas rasa nya --")


Sampai di penginapan saya dan teman saya lanjut ke angkringan di dekat stasiun Tugu, tinggal jalan kaki 3 menit langsung sampe, ada banyak angkringan disana, tapi yg kemarin ada tempat kosong di angkringan lik man, jadilah kami ngopi joss disitu plus makan nasi kucing satu dan gak lupa beberapa gorengan. Di angkringan biasanya menu nya sama, gorengan (mulai dari tape- samarinda *jgn tanya gue ini makanan jenis apa, yg jelas buat gue enak…), sate (kerang-usus), bolu warna warni, dan nasi kucing. Disini kalo kalian makan gorengan dan sate bisa minta dibakar dulu. Mungkin udah banyak yg pernah minum kopi joss, dan percaya atau gak justru kopi ini bikin saya ga diare, biasanya kalo kena kopi perut saya langsung ngambek berhari-hari. Tapi kopi ini malah bikin saya gak lancar ke belakang… hahahahhahaa ga juga sih, mungkin karena kurang makan sayur selama di Jogja. Puas makan di angkirngan dengan harga murah plus terjangkau kau kau banget, kami pulang ke penginapan.. Sepanjang perjalanan saya memperhatikan sesuatu yang unik. Mobil BMW, CR-V yang berjejer berderet, beberapa koko ganteng yang asyik lesehan sambil minum kopi joss… di daerah angkringan inilah tempat dimana semua golongan di masyarakat dapat melebur jadi satu, ga peduli kamu pake CR-V atau jalan kaki, pake tas Chanel atau buatan Beringharjo.. semua asyik ngobrol dengan teman-temannya sambil minum kopi. Sesuatu yang ga mungkin saya temuin di coffee shop ber merk. Malam itu sambil jalan ke penginapan, saya tersenyum sendiri berharap dalam hati semoga suatu saat nanti gak hanya di angkirngan Jogja saya bisa menemukan suara tawa dan canda yang hangat dari setiap golongan, tapi di sudut-sudut kota besar seperti Jakarta.